Fabel Perlombaan Lari Kelinci dan Kura-Kura
Fabel tentang Kelinci dan Kura-kura adalah kisah klasik Aesop yang sangat terkenal di seluruh dunia. Cerita ini menggambarkan persaingan antara seekor kelinci yang sombong dan kura-kura yang sangat gigih. Mari kita telusuri bagaimana ketekunan mampu mengalahkan kesombongan dalam sebuah perlombaan lari.
Narasi Dongeng Perlombaan Lari Kelinci dan Kura-Kura
Sang Kelinci yang dikenal dengan sifatnya yang angkuh kerap mengolok-olok Kura-kura yang bergerak lambat. "Hai Kura-kura, dengan kecepatan seperti itu, apa kau yakin pernah benar-benar sampai tujuan?" ia mengejek sambil tertawa terbahak-bahak.
Kura-kura membalas ejekan itu dengan tenang, "Aku sampai lebih cepat dari yang kau kira. Ayo kita berlomba dan aku akan membuktikannya padamu." Kelinci terpingkal-pingkal mendengar tantangan tersebut, tetapi akhirnya ia menyetujuinya hanya untuk bersenang-senang.
Rubah dipanggil untuk menjadi wasit, menandai jarak lomba, dan memberi aba-aba untuk memulai. Begitu lomba dimulai, Kelinci langsung melesat kencang, meninggalkan Kura-kura jauh di belakang.
Kelinci, merasa kemenangan sudah pasti di tangannya, berhenti dan memutuskan untuk beristirahat. Ia berpikir, Aku akan tidur sebentar, dia butuh waktu lama untuk menyusul.
Sementara itu, Kura-kura terus berjalan tanpa henti, dengan langkah yang stabil dan mantap. Tak lama kemudian, ia melewati Kelinci yang sedang tertidur pulas di pinggir lintasan.
Kelinci akhirnya terbangun dari tidurnya, terkejut melihat Kura-kura sudah sangat dekat dengan garis akhir. Ia segera berlari sekuat tenaga untuk mengejar ketinggalan.
Namun, semua sudah terlambat. Kura-kura, yang terus melangkah tanpa henti, berhasil mencapai garis finis lebih dulu. Kura-kura pun memenangkan perlombaan itu.
Nilai Moral Cerita Perlombaan Lari Kelinci dan Kura-Kura
1. Potensi yang Dimiliki Seseorang Dapat Menjadi Sia-Sia karena Kesombongan
Kelinci dianugerahi kecepatan lari yang luar biasa, suatu potensi alami yang seharusnya menjamin kemenangannya dalam perlombaan. Namun, kesombongannya yang berlebihan membuatnya mengabaikan kemampuan lawannya dan memilih untuk tidur siang.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa bakat dan keunggulan diri tidak menjamin keberhasilan jika dibarengi dengan sikap arogan. Sikap sombong seringkali melahirkan kelalaian dan kecerobohan yang pada akhirnya menggagalkan pencapaian tujuan.
2. Jangan Meremehkan Orang Lain
Kelinci sejak awal memandang tantangan Kura-kura sebagai lelucon dan sepenuhnya meremehkan kemampuan lawannya untuk bersaing. Sikap meremehkan inilah yang membuat Kelinci tidak merasa perlu berusaha keras dan menjadi lalai di tengah perlombaan.
Pesan moral ini menegaskan agar kita tidak pernah menilai potensi atau kekuatan seseorang hanya dari kelemahan yang tampak di permukaan. Setiap individu memiliki potensi dan strategi unik, dan kerendahan hati adalah kunci untuk menghargai kekuatan tersembunyi tersebut.
3. Kerjakan Tugasmu dengan Tekun, Meskipun Memiliki Keterbatasan
Meskipun Kura-kura menyadari keterbatasannya dalam hal kecepatan, ia tidak membiarkan hal itu membuatnya menyerah pada tantangan yang ada. Dengan fokus yang kuat dan tekad yang mantap, ia terus melakukan tugasnya—berjalan—secara konsisten.
Pesan moral ini mengajarkan bahwa keberhasilan dapat dicapai melalui ketekunan, bahkan jika kita harus bergerak perlahan. Langkah yang paling lambat dan konsisten dalam menyelesaikan tugas akan jauh lebih efektif daripada potensi besar yang terbuang sia-sia karena kelalaian.
********
Kisah di atas merupakan adaptasi dari cerita berbahasa Inggris berjudul "The Hare and the Tortoise" karya Aesop, yang terjemahannya adalah di bawah ini.
Fabel Aesop dari Sumber Klasik Domain Publik
Kelinci dan Kura-kura (Versi Townsend)
Suatu hari, seekor Kelinci mengejek kaki Kura-kura yang pendek dan langkahnya yang lambat. Sambil tertawa, Kura-kura menjawab, “Meskipun engkau secepat angin, aku akan mengalahkanmu dalam sebuah lomba lari.”
Kelinci, yang menganggap tantangan itu mustahil belaka, menyetujui usul tersebut. Mereka pun sepakat bahwa Rubah akan menentukan lintasan dan menetapkan garis finis.
Pada hari yang telah ditentukan, keduanya mulai berlari bersamaan. Kura-kura tidak berhenti sesaat pun; ia terus melangkah dengan perlahan namun mantap, langsung menuju akhir lintasan. Sementara itu, Kelinci, yang merasa kemenangan sudah di tangan, berbaring di tepi jalan dan tertidur lelap.
Ketika akhirnya terbangun, Kelinci berlari secepat mungkin. Namun, ia mendapati bahwa Kura-kura telah mencapai garis finis dan sedang beristirahat dengan tenang setelah melepas lelah.
Yang perlahan namun pasti akan memenangkan perlombaan.
(Diterjemahkan secara bebas dari buku Three Hundred Æsop’s Fables Literally Translated from the Greek. Terjemahan versi Bahasa Inggris oleh George Fyler Townsend)
.

Posting Komentar