Puisi Kesabaran Karya Chairil Anwar

Daftar Isi
Ilustrasi orang tidak bisa tidur

Pernahkah kamu merasa bahwa dunia semakin asing bagi dirimu? Ketika dunia tak lagi terasa semarak, hanya kelam saja, meski masih tetap berisik di telinga.

Perasaan seperti itulah yang diungkapkan oleh Chairil Anwar dalam puisinya berjudul Kesabaran.

Teks Puisi Kesabaran

Berikut ini adalah teks puisi Kesabaran karya Chairil Anwar.

KESABARAN

Aku tak bisa tidur
Orang ngomong, anjing nggonggong
Dunia jauh — mengabur
Kelam mendinding batu
Dihantam suara bertalu-talu
Di sebelahnya api dan abu

Aku hendak berbicara
Suaraku hilang, tenagaku terbang
Sudah! tidak jadi apa-apa:
Ini dunia enggan disapa, ambil perduli
Keras-membeku air kali
Dan hidup bukan hidup lagi.

Kuulangi yang dulu kembali
Sambil bertutup telinga, berpicing mata
Menunggu reda yang musti tiba

(Maret 1943)

Analisis Arti Puisi

Sang penyair tidak bisa tidur, karena di telinganya kedengaran suara berisik : suara orang ngomong dan anjing menggonggong. Gaduh dan berisik.

Dunianya jauh mengabur. Ada rasa keterasingan dengan dunia sekitar yang selalu mengganggu dan menghantuinya.

Ada ketidakberdayaan dari sang penyair. Suaranya hilang dan tenaga terbang. Ia tak mampu berbuat apa-apa terhadap dunia sekitarnya.

Bagi dirinya saat ini: hidup bukan hidup lagi.

Sang penyair pun hanya bisa bertahan sampai situasi membaik. Sabar menunggu sampai reda tiba.

Puisi Kesabaran Adalah Puisi Tak Lekang Oleh Zaman

Bayangkan, puisi ini ditulis tahun 1943. Berpuluh-puluh tahun yang lalu. Tapi, isinya tetap relevan dengan zaman sekarang.

Secara bahasa, diksi yang digunakan tidak berbeda jauh dengan bahasa yang digunakan saat ini, kecuali beberapa kata seperti berpicing yang jarang terdengar saat ini.

Secara makna, betapa banyak orang yang terasing dengan dunianya. Orang yang depresi, tak bisa tidur, dan insomnia. Hal-hal ini relevan dengan isi puisi.

Coba bayangkan seseorang yang depresi. Dunianya tidak baik-baik saja. Selalu merasa berisik: seperti ada orang banyak yang ngomong di kepalanya. Juga ada suara-suara lain yang mengganggu yang diibaratkan dengan suara anjing menggonggong.

Identitas Puisi

  • Judul: Kesabaran
  • Karya dari: Chairil Anwar
  • Terdapat dalam buku: Kerikil Tadjam dan Jang Terampas dan Jang Putus (Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan yang Putus)
  • Tahun terbit buku: 1949
  • Hak Cipta Puisi : Publik Domain (penciptanya telah meninggal dunia lebih dari 70 tahun yang lalu)

Biografi Chairil Anwar

Chairil Anwar lahir tanggal 26 Juli 1922 di Medan dan meninggal di Jakarta tanggal 28 April 1949.

Chairil Anwar adalah seorang maestro puisi Indonesia. Dia mati muda, tetapi karya-karyanya abadi dalam ingatan bangsa Indonesia. Tanggal kematiannya diperingati sebagai Hari Puisi Nasional.

Posting Komentar