Puisi Subuh Karya Amir Hamzah
Waktu menjelang subuh terasa hening, ketika banyak manusia yang masih tertidur lelap. Lalu, terdengarlah suara azan yang menandakan datangnya waktu untuk mendirikan sholat subuh.
Apa reaksi dari seseorang ketika azan subuh berkumandang? Perasaan inilah yang dituliskan oleh Amir Hamzah dalam puisinya yang berjudul Subuh.
Teks Puisi Subuh
Berikut ini adalah teks Puisi Subuh karya Amir Hamzah.
SUBUH
Kalau subuh kedengaran tabuh
Semua sepi sunyi sekali
Bulan seorang tertawa terang
Bintang mutiara bermain cahaya
Terjaga aku tersentak duduk
Terdengar irama panggilan jaya
Naik gembira meremang roma
Terlihat panji terkibar di muka
Seketika teralpa;
Masuk bisik hembusan setan
Meredakan darah debur gemuruh
Menjatuhkan kelopak mata terbuka
Terbaring badanku tiada berkuasa
Tertutup mataku berat semata
Terbuka layar gelanggang angan
Terulik hatiku di dalam kelam
Tetapi hatiku, hatiku kecil
Tiada terlayang di awang dendang
Menangis ia bersuara seni
Ibakan panji tiada terdiri.
Analisis Makna Puisi
Puisi ini mengungkapkan drama batin yang dihadapi sang penyair ketika ada panggilan Ilahi untuk menunaikan sholat subuh. Karena sang penyair adalah seorang muslim, menunaikan sholat subuh adalah ibadah yang wajib dilakukan sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Tuhan.
Melalui puisi ini, sang penyair (sang aku) bertutur mengenai keadaan dirinya waktu Subuh.
Saat adzan Subuh berkumandang, sang aku terjaga dan terduduk. Ada rasa malas di hati untuk memenuhi panggilan adzan itu.
Mata terasa berat dan sang aku berbaring lagi untuk meneruskan tidurnya. Namun demikian, hati kecilnya menangis bersuara seni (seni: halus dan tinggi) karena keengganan sang aku untuk menaati ajakan mendirikan Sholat Subuh.
Identitas Puisi
- Judul: Subuh
- Karya dari: Amir Hamzah
- Terdapat dalam buku: Njanji Soenji (Nyanyi Sunyi)
- Tahun terbit buku: 1937
- Hak Cipta Puisi : Publik Domain (penciptanya telah meninggal dunia lebih dari 70 tahun yang lalu)
Profil Penulis Puisi
Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indra Poetera atau yang populer dikenal dengan nama Amir Hamzah adalah sastrawan Indonesia angkatan Poedjangga Baroe (Pujangga Baru). H.B. Jassin (tokoh sastra Indonesia) menyebutnya sebagai Raja Penyair Zaman Poedjangga Baroe.
Amir Hamzah merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau lahir di Tanjung Pura, Langkat pada tanggal 28 Februari 1911 dan meninggal di Binjai, Langkat pada tanggal 20 Maret 1946.

Posting Komentar