Keledai dalam Kulit Singa
Fabel Keledai dalam Kulit Singa memberikan pelajaran klasik tentang bagaimana "pakaian" atau penampilan luar bisa menipu banyak orang, namun suara atau karakter asli akan selalu mengungkap kebenaran.
Kisah di bawah ini merupakan terjemahan dari cerita berbahasa Inggris berjudul "The Ass in the Lion’s Skin" karya Aesop.
Fabel Aesop dari Sumber Klasik Domain Publik
Keledai dalam Kulit Singa (Versi Townsend)
Seekor Keledai, setelah mengenakan kulit Singa, berkelana di dalam hutan dan menghibur dirinya dengan menakut-nakuti semua binatang bodoh yang ia temui dalam perjalanannya.
Akhirnya, ia bertemu dengan seekor Rubah dan mencoba untuk menakutinya juga. Namun, begitu sang Rubah mendengar suaranya, ia berseru, “Mungkin aku sendiri pun akan merasa takut, seandainya aku tidak mendengar ringkikanmu.”
(Diterjemahkan secara bebas dari buku Three Hundred Æsop’s Fables Literally Translated from the Greek. Terjemahan versi Bahasa Inggris oleh George Fyler Townsend)
Keledai dalam Kulit Singa (Versi Caldecott)
Seekor Keledai yang mengenakan kulit singa disangka sebagai seekor singa oleh semua orang, sehingga kawanan ternak dan manusia berlarian ketakutan.
Namun tak lama kemudian, kulit itu tersibak oleh hembusan angin, dan keledai itu pun berdiri tanpa penyamaran. Lalu semua orang menyerangnya, dan dengan tongkat serta pemukul, mereka menghajarnya habis-habisan.
(Diterjemahkan secara bebas dari buku Some of Æsop's Fables with Modern Instances, Shewn in Designs by Randolph Caldecott, from New Translations by Alfred Caldecott, M.A., The Engravings by J. D. Cooper)
Posting Komentar