Burung Elang dan Petani
Di sebuah ladang jagung yang luas, seekor elang terbang melesat dengan kecepatan penuh. Matanya hanya tertuju pada seekor merpati yang sedang diburunya. Elang itu begitu bersemangat hingga tidak memperhatikan keadaan di sekitarnya.
Di tengah ladang tersebut, sang petani telah memasang jaring-jaring halus. Jaring itu dipasang untuk menangkap burung-burung pemakan biji-bijian yang sering merusak tanaman. Namun, elang yang sedang kalap mengejar mangsa tidak menyadari bahaya yang membentang di depannya.
Dalam sekejap, tubuh elang itu menabrak jaring dengan keras. Ia terjerat begitu erat. Semakin ia berontak, semakin kuat lilitan benang jaring itu mengunci sayapnya.
Tak lama kemudian, petani datang untuk melihat hasil tangkapannya. Ia melihat seekor elang besar yang tak berdaya. Petani itu segera mendekat dan menangkapnya.
"Tolong lepaskan aku, Tuan," pinta elang itu dengan iba. "Aku tidak pernah merusak ladangmu. Aku tidak pernah memakan satu biji pun jagungmu. Aku tidak punya urusan denganmu, karena aku hanya sedang mengejar merpati itu."
Petani itu menatap sang elang, lalu bertanya dengan tenang, "Jika demikian, apa kesalahan merpati itu hingga engkau mengejarnya dengan begitu kejam? Jika engkau merasa tidak bersalah karena tidak merugikanku, lantas apa alasanmu ingin mencelakai makhluk yang juga tidak bersalah padamu?"
Diadaptasi dari Fabel Aesop berjudul The Hawk Chasing The Dove atau The Hawk And The Farmer.
Posting Komentar