Cermin oleh Anton Chekhov
Cerita di bawah ini adalah versi ringkasan dari The Looking-Glass karya Anton Chekhov.
Pada malam Tahun Baru, Nellie, putri seorang tuan tanah sekaligus jenderal, duduk di kamarnya sambil menatap cermin. Gadis muda yang cantik itu sangat ingin menikah dan sering membayangkan kehidupan bersama pria idamannya. Saat menatap cermin, ia mulai melihat bayangan masa depan yang selama ini diimpikannya.
Nellie membayangkan seorang pria tampan yang akan menjadi suaminya. Baginya, pria itu adalah sumber kebahagiaan, tujuan hidup, dan penentu masa depannya. Ia melihat dirinya hidup bersama pria tersebut, berbagi rumah dan menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri.
Namun, bayangan itu berubah menjadi gambaran yang menakutkan. Nellie melihat dirinya pada suatu malam musim dingin sedang bergegas mencari Stepan Lukitch, dokter di daerah tempat tinggalnya. Suaminya sedang sakit parah, dan ia sangat khawatir akan keselamatannya.
Ketika tiba di rumah dokter, Nellie mendapati bahwa Stepan baru saja pulang setelah merawat pasien-pasien tifus. Dokter itu sedang beristirahat dan melarang siapa pun membangunkannya. Nellie tidak menghiraukan larangan tersebut. Ia masuk ke kamar dokter sambil menangis dan memohon agar suaminya segera diperiksa.
Stepan menolak berangkat malam itu. Ia mengaku sangat kelelahan, sedang sakit, dan mengalami demam dengan suhu tubuh hampir empat puluh derajat. Ia bahkan menunjukkan termometer kepada Nellie sebagai bukti kondisinya. Dokter itu menyarankan agar Nellie memanggil dokter lain, tetapi dokter tersebut tinggal sangat jauh. Perjalanan ke sana akan memakan banyak waktu, sedangkan kondisi suaminya semakin mengkhawatirkan.
Nellie terus memohon. Karena takut kehilangan suaminya, ia bahkan menuduh Stepan egois dan mengancam akan membawanya ke pengadilan jika tetap menolak membantu. Akhirnya, dokter itu menyerah. Dengan susah payah, Nellie membantunya mengenakan pakaian luar dan bersiap menaiki kereta.
Mereka menempuh perjalanan panjang di tengah malam yang gelap dan dingin. Jalanan dipenuhi gundukan tanah yang membeku, sementara kusir berkali-kali harus berhenti karena kesulitan menentukan arah. Setelah perjalanan melelahkan selama berjam-jam, mereka tiba di rumah Nellie pada pukul lima pagi.
Nellie meminta dokter menunggu di ruang makan, lalu pergi memeriksa suaminya. Ketika kembali, ia mendapati Stepan terbaring di sofa sambil mengigau. Dokter itu ternyata juga mengalami demam dan kehilangan kesadaran. Nellie pun memutuskan untuk mencari dokter lain, meskipun ia harus kembali menempuh perjalanan dalam cuaca yang sama buruknya.
Bayangan di cermin kemudian memperlihatkan berbagai kesulitan yang mungkin akan dialami Nellie setelah menikah. Ia melihat suaminya kebingungan mencari uang untuk membayar bunga utang kepada bank. Mereka berdua tidak bisa tidur karena terus memikirkan cara menghindari masalah keuangan.
Nellie juga melihat kehidupan mereka bersama anak-anak, lengkap dengan kekhawatiran tentang penyakit, nilai sekolah yang buruk, dan perpisahan. Ia bahkan membayangkan kemungkinan kehilangan salah seorang anak mereka. Pada akhirnya, ia melihat suaminya meninggal dunia, lengkap dengan gambaran pemakaman yang menyedihkan.
Nellie merasa ngeri melihat semua itu. Ia mulai bertanya-tanya mengapa kehidupan harus berakhir dengan penderitaan dan kematian, seolah-olah seluruh kebahagiaan yang pernah dijalani bersama suaminya hanyalah awal dari kesedihan.
Tiba-tiba, sesuatu terlepas dari tangan Nellie dan jatuh ke lantai. Ia tersentak dan membuka mata lebar-lebar. Sebuah cermin tergeletak di kakinya, sementara cermin lainnya masih berada di atas meja. Ketika kembali menatap cermin, ia hanya melihat wajahnya yang pucat dan basah oleh air mata. Bayangan masa depan yang menakutkan itu telah menghilang. Nellie menghela napas lega dan menyadari bahwa ia rupanya tertidur.
Identitas Cerita Pendek
Judul cerpen: The Looking-Glass (Cermin)
Penulis: Anton Pavlovich Chekhov (1860 – 1904)
Terdapat dalam buku: The Horse-Stealers and Other Stories
Cerita asli berada pada domain publik.
Tema Cerita Cermin (The Looking-Glass)
Tema cerita The Looking-Glass adalah bayangan kehidupan pernikahan yang tidak hanya berisi kebahagiaan, tetapi juga kesulitan dan penderitaan.
Pada awalnya, Nellie memandang pernikahan sebagai sumber kebahagiaan dan tujuan hidupnya. Ketika menatap cermin, ia membayangkan dirinya hidup bersama pria yang dicintainya. Namun, bayangan masa depannya kemudian memperlihatkan berbagai kesulitan yang mungkin dihadapi setelah menikah, mulai dari masalah keuangan, kekhawatiran terhadap kesehatan anak-anak, hingga kematian orang yang dicintai.
Melalui pengalaman tersebut, cerita ini memperlihatkan perbedaan antara impian tentang kehidupan pernikahan dan kenyataan yang mungkin menyertainya. Pernikahan bukan hanya tentang cinta dan kebahagiaan, tetapi juga tentang menghadapi tanggung jawab, kecemasan, kehilangan, dan berbagai persoalan hidup.
Meski demikian, cerita ini tidak menyatakan bahwa semua kesulitan tersebut pasti akan dialami Nellie. Semua itu muncul dalam bayangannya ketika ia tertidur di depan cermin. Oleh karena itu, tema cerita lebih tepat dipahami sebagai gambaran tentang bagaimana impian akan kehidupan pernikahan dapat berhadapan dengan bayangan berbagai kesulitan yang mungkin terjadi di masa depan.
(Artikel ini disusun dengan menggunakan bantuan ChatGPT dan Google Gemini).

Posting Komentar untuk "Cermin oleh Anton Chekhov"