Si Pengemis
Seorang pengemis mendatangi Skvortsov, seorang pengacara di Petersburg, dan meminta uang. Ia mengaku sudah tiga hari tidak makan dan tidak memiliki uang untuk menginap. Katanya, ia pernah menjadi guru desa, tetapi kehilangan pekerjaan akibat fitnah. Kini ia mendapat tawaran pekerjaan di Provinsi Kaluga, tetapi tidak memiliki biaya untuk pergi ke sana.
Skvortsov merasa pernah bertemu dengannya. Ia ingat bahwa dua hari sebelumnya, pengemis itu mengaku sebagai mahasiswa yang dikeluarkan dari sekolah, bukan sebagai guru desa. Ketika dituduh berbohong, pengemis itu awalnya menyangkal. Namun, akhirnya ia mengakui bahwa semua ceritanya dibuat-buat. Sebenarnya, ia pernah menjadi anggota paduan suara Rusia dan dikeluarkan karena kebiasaannya mabuk. Ia mengaku terpaksa berbohong karena orang tidak mau memberinya uang jika ia mengatakan yang sebenarnya.
Skvortsov marah dan menegurnya. Menurutnya, pengemis itu masih muda dan sehat sehingga seharusnya bisa bekerja daripada terus meminta-minta. Pengemis itu menjelaskan bahwa ia tidak tahu pekerjaan apa yang bisa dilakukannya. Skvortsov kemudian menawarkan pekerjaan membelah kayu dan meminta Olga, juru masaknya, untuk membawanya ke gudang.
Pengemis itu menerima tawaran tersebut, lebih karena malu setelah ditantang daripada karena benar-benar ingin bekerja. Tubuhnya lemah dan ia masih terpengaruh alkohol. Dari jendela, Skvortsov melihatnya kesulitan membelah kayu, sementara Olga tampak kesal dan memarahinya. Melihat keadaan itu, Skvortsov mulai merasa tidak enak karena telah memaksa orang yang mungkin sedang sakit untuk melakukan pekerjaan berat di tengah cuaca dingin. Namun, ia tetap berpikir bahwa hal itu dilakukan demi kebaikan pengemis tersebut.
Setelah pekerjaan selesai, Skvortsov membayar pengemis itu setengah rubel dan menawarkan pekerjaan serupa setiap awal bulan. Sejak itu, pengemis tersebut semakin sering datang untuk melakukan berbagai pekerjaan, seperti menyapu salju, membersihkan gudang, dan membersihkan karpet serta kasur. Bayarannya tidak besar, tetapi ia juga pernah diberi celana bekas.
Ketika Skvortsov pindah rumah, ia meminta pengemis itu membantu memindahkan perabot. Kali ini, pengemis tersebut tidak mabuk, tetapi tetap bekerja dengan lemah dan canggung. Setelah pekerjaan selesai, Skvortsov memberinya uang dan menawarkan pekerjaan yang lebih ringan karena ia bisa menulis. Ia memberikan surat pengantar agar pengemis itu dapat bekerja menyalin dokumen di kantor seorang rekannya. Skvortsov merasa senang karena menganggap dirinya telah membantu orang itu kembali ke jalan yang benar.
Sejak saat itu, pengemis yang bernama Lushkov tidak pernah lagi datang untuk bekerja di rumah Skvortsov. Dua tahun kemudian, mereka bertemu secara tidak sengaja di loket teater. Lushkov mengatakan bahwa ia kini bekerja di kantor notaris dan memperoleh gaji tiga puluh lima rubel. Skvortsov senang dan merasa bahwa teguran serta bantuannya telah mengubah kehidupan Lushkov.
Namun, Lushkov menjelaskan bahwa orang yang paling berjasa dalam perubahan hidupnya sebenarnya adalah Olga. Ketika Lushkov datang untuk membelah kayu, Olga sering memarahinya karena mabuk, tetapi ia juga merasa kasihan kepadanya. Bahkan, Olga-lah yang membelah semua kayu itu karena Lushkov sendiri tidak sanggup melakukannya. Melihat ketulusan dan kepedulian Olga membuat Lushkov tersentuh. Ia akhirnya berhenti minum dan mulai memperbaiki hidupnya. Lushkov pun berterima kasih kepada Skvortsov dan Olga sebelum pergi ke tempat duduknya di teater.
Tema Cerita
Tema utama cerita The Beggar adalah ketulusan dan kebaikan hati yang mampu mengubah kehidupan seseorang.
Melalui kisah Lushkov, penulis menunjukkan bahwa perubahan seseorang tidak selalu terjadi karena nasihat atau teguran keras. Skvortsov memang memberikan kesempatan kepada Lushkov untuk bekerja dan memperbaiki hidupnya. Namun, kepedulian Olga yang ditunjukkan melalui tindakan nyata justru menjadi hal yang paling menyentuh hati Lushkov.
Meskipun sering memarahinya, Olga sebenarnya merasa kasihan dan ingin melihat Lushkov berubah. Ia bahkan bersedia mengerjakan tugas Lushkov tanpa mengharapkan imbalan. Ketulusan itulah yang membuat Lushkov menyadari keadaannya dan terdorong untuk meninggalkan kebiasaan buruknya.
Cerita ini memperlihatkan bahwa seseorang yang memiliki banyak kekurangan tetap bisa berubah ketika mendapat kepedulian yang tulus. Terkadang, tindakan sederhana yang dilakukan dengan hati dapat memberikan pengaruh lebih besar daripada sekadar nasihat. Kebaikan tidak hanya berarti memberi uang atau pekerjaan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap keadaan orang lain.
Posting Komentar untuk "Si Pengemis "