Fabel Serigala dan Anak Kambing

Daftar Isi

Hari sudah sore. Seekor anak kambing berjalan paling belakang saat kawanannya pulang. Ia asyik makan rumput sampai tidak sadar teman-temannya sudah jauh. Kini, ia sendirian di pinggir hutan.

Tiba-tiba, seekor serigala muncul dari balik semak. Mata serigala itu tajam. Ia mulai mengejar. Anak kambing lari sekuat tenaga, tapi kakinya kecil dan ia cepat lelah. Ia sadar tidak bisa lolos.

Anak kambing itu berhenti. Tubuhnya gemetar ketakutan saat berbalik menatap serigala di depannya.

"Aku tahu kau akan memakanku," kata anak kambing dengan suara terbata-bata.

Serigala menyeringai. "Benar sekali."

"Sebelum mati, aku punya satu permintaan," lanjut anak kambing sambil menahan tangis. "Aku ingin menari sebentar. Tolong, mainkan musik untukku."

Serigala merasa hebat karena bisa mengatur mangsanya. Ia mengambil sebuah seruling yang tergeletak di tanah, lalu mulai meniupnya.

Anak kambing mulai menari. Serigala sangat asyik meniup seruling sampai tidak memperhatikan sekitar. Suara musik itu terdengar nyaring dan terbawa angin hingga ke telinga anjing-anjing penjaga.

Mendengar suara gaduh, anjing-anjing itu berlari menuju sumber suara. Mereka melihat serigala dan langsung mengejarnya sambil menggonggong keras. Serigala terkejut, menjatuhkan serulingnya, dan lari tunggang-langgang ke hutan.

Sambil terus berlari ketakutan, serigala itu menggerutu, "Ini salahku sendiri. Aku ini pemangsa, tapi malah sok jadi pemain musik. Harusnya aku langsung menerkam, bukan malah meniup seruling. Aku pantas sial karena meninggalkan kodratku hanya demi hal yang tidak berguna."

Posting Komentar