Fabel Rubah dan Bangau
Di sebuah tepi hutan, seekor rubah dan seekor bangau hidup bertetangga. Meskipun memiliki sifat yang berbeda, mereka tampak seperti dua sahabat yang sangat akrab.
Suatu hari, rubah mengundang bangau untuk makan malam di rumahnya. Namun, rubah memiliki niat jahat untuk mempermainkan tamunya. Ia sengaja menyajikan sup lezat di atas piring yang sangat datar dan lebar. Dengan lidahnya, rubah dapat dengan mudah menjilat sup itu hingga habis. Sementara itu, bangau yang memiliki paruh panjang dan ramping hanya bisa menyentuh dasar piring tanpa bisa meminum supnya. Rubah justru merasa terhibur melihat bangau yang kesulitan dan menahan lapar.
Beberapa hari kemudian, giliran bangau yang mengundang rubah sebagai balasan. Kali ini, bangau menyajikan hidangan harum di dalam sebuah kendi tinggi dengan leher yang sempit.
Dengan mudah, bangau memasukkan paruhnya ke dalam wadah tersebut dan menikmati makanannya dengan tenang. Di sisi lain, rubah tidak bisa menjangkau isi kendi itu sama sekali. Ia hanya bisa menjilat bagian luar wadah sambil mencium aromanya saja. Perut rubah mulai keroncongan, dan rasa kesal mulai menyelimuti hatinya karena ia tidak bisa makan sedikit pun.
Melihat kegelisahan sahabatnya, bangau berkata dengan tenang, "Janganlah kesal, Kawan. Aku hanya memberimu perlakuan yang sama seperti yang engkau berikan kepadaku tempo hari."
Rubah pun terdiam. Ia tertunduk malu karena menyadari kesalahannya. Ia sadar bahwa memperlakukan tamu dengan tidak baik adalah perbuatan yang salah, dan kini ia harus merasakan sendiri akibat dari keisengannya tersebut.
Diadaptasi dari Fabel Aesop berjudul The Fox and the Stork atau The Fox and the Crane
Posting Komentar