LC9gBUg7QN0V3hwrLd8lmNtvyApY7ArMY1rVEPEw

Kisah Rubah dan Gagak, Sebuah Ajaran Agar Berhati-Hati Terhadap Sanjungan dan Pujian

Fabel Rubah dan Gagak merupakan karya Aesop yang mengajarkan agar kita berhati-hati terhadap pujian yang diberikan oleh orang lain.

Kisah Rubah dan Gagak - Fabel Aesop

Kisah Rubah dan Gagak - Fabel Aesop

Di suatu hari yang cerah, tampak seekor burung gagak sedang bertengger di atas dahan pohon. Di paruhnya terdapat sepotong keju yang tampak lezat.

Di bawah pohon, seekor rubah mengawasi gagak itu. Ia dengan cermat melihat sang gagak dan keju yang dibawanya.

Lalu rubah memuji sang gagak, "Wahai gagak, aku lihat kamu sangat cantik sekali. Bulumu sangat indah, sayapmu juga gagah. dan gerakanmu juga anggun."

Rubah itu melanjutkan pujiannya, "Dengan segala kualitasmu, aku yakin kamu adalah ratu di antara semua burung. Namun, sayangnya aku belum mendengar suaramu. Aku yakin suaramu juga pasti sangat merdu."

Mendengar sanjungan dari rubah, sang gagak merasa sangat senang, dan tanpa berpikir panjang ia segera membuka paruhnya untuk bernyanyi dan berdendang.

Ketika sang gagak mulai bernyanyi, keju yang berada di paruhnya pun jatuh ke bawah. 

Sang rubah segera mengambil keju itu dan memakannya.

Lalu rubah berkata sambil mengejek sang gagak, "Wahai gagak, suaramu bagus. Tapi ada yang kurang denganmu, kecerdasan dan akal sehatmu. Tapi terima kasih atas kejunya."


Pelajaran Yang Dapat Dipetik dari Kisah Rubah dan Gagak

1. Hati-hati terhadap sanjungan dan pujian.

Ada sanjungan dan pujian yang tulus, tetapi ada yang hanya untuk menjilat demi kepentingan pihak lain.

Seperti dalam cerita, rubah memberikan sanjungan tidak karena ketulusan, tetapi karena ingin mendapatkan keju yang berada di paruh sang gagak.

2. Banyak orang jahat di luar yang berusaha memanipulasi keadaan



Cerita asli oleh Aesop / Aisopos (620–564 SM). Diceritakan kembali oleh Wifqi (www.wifqimedia.com).

Posting Komentar