Fabel Burung Layang-Layang dan Gagak

Kisah di bawah ini merupakan terjemahan dari cerita berbahasa Inggris berjudul "The Swallow and the Crow" karya Aesop.  

Fabel Aesop dari Sumber Klasik Domain Publik

Burung Layang-layang dan Burung Gagak (Versi Townsend)

Seekor Burung Layang-layang dan seekor Burung Gagak terlibat dalam sebuah perselisihan mengenai bulu mereka. Sang Gagak mengakhiri perdebatan itu dengan berkata,

“Bulu-bulumu memang indah di musim semi, tetapi bulu-buluku melindungiku dari musim dingin.”

Teman yang hanya setia di kala senang tidaklah berharga.

(Diterjemahkan secara bebas dari buku Three Hundred Æsop’s Fables Literally Translated from the Greek. Terjemahan versi Bahasa Inggris oleh George Fyler Townsend)



Coba perhatikan bahwa di nilai moral menyebut teman di kala senang. Di sini antara cerita seakan tidak terhubung dengan pesan moral, padahal tidak seperti itu.

Yang dimaksud dari cerita ini adalah bahwa sesuatu yang hanya tampak indah atau bernilai pada saat keadaan baik tidak seberharga sesuatu yang tetap berguna ketika menghadapi masa sulit. Dalam cerita ini, bulu burung menjadi kiasan bagi teman: teman yang hanya hadir di masa senang tidak memiliki nilai yang sama dengan teman yang mampu bertahan di masa susah.

Posting Komentar untuk "Fabel Burung Layang-Layang dan Gagak"